Perkembangan Teknoogi Perlu Dicermati

Perkembangan Teknoogi Perlu Dicermati

Lahdi Pekbar Putra Pagabean

 

Pada proses perkembangannya penyebaran informasi di dunia telah berkembang dengan pesat. Waktu yang digunakan relatif singkat dan sangat praktis. Salah satu contohnya adalah di dalam dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), media sosial telah berhasil mengekspos aplikasi-aplikasi dan situs website yang bisa membuat segala sesuatu menjadi serba instan, praktis, dan dapat digunakan oleh khalayak manapun. Tidak dapat dipungkiri, hal ini membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap masyarakat pribumi dari anak-anak samapai orang dewasa, baik itu positif maupun negatif.

Dilansir dalam artikel Ensiklopedia (Wikipedia), media sosial adalah alat berbasis komputer yang memungkinkan orang untuk membuat, berbagi, atau bertukar informasi, ide, dan gambar atau video dalam komunitas dan jaringan virtual. Pada zaman seperti sekarang ini, media sosial sudah melekat erat dengan kehidupan manusia. Bahkan, anak-anak yang sekolah dasar   pun telah mengetahui apa itu media sosial, sebenarnya usia mereka masih belum mampu untuk mempelajari apa saja manfaat dari media sosial. Karna masih perlu bimbingan yg lebih dalam untuk mempelajari hal-hal yang positif. Tapi, seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi dan pengguna teknologi itu yg membuat anak anak di bawah umur menyalahgunakan media sosial dalam bentuk negatif seperti bermain game online yang dapat merusak generasi anak-anak zaman sekarang.

Dampak media sosial  juga sangat mempengaruhi  keadaan dimana seseorang  akan ketergantungan terhadap teknologi  tersebut. Karena Pada awalnya manusia adalah sebagai mahkluk sosial, namun dengan adanya nya teknologi saat ini, nilai-nilai norma, budaya, serta moral  masyarakat sudah mulai memudar. Inilah perubahan yang terjadi dari dampak media sosial dimana manusia yaitu menjadi makhluk anti-sosial. Lebih mementingkan gadget daripada berkomunikasi secara langsung dengan sesama makhluk sosial lainnya.  Di lingkungan masyarakat İndonesia pada saat ini, hampir semua kalangan sudah menggunakan yang namanya media sosial. Perkembangan teknologi media sosial ini sudah menjamur dan mengakar di kehidupan sehari-hari serta telah mengubah gaya hidup bahkan pola pikir generasi penerus bangsa. Adapun bentuk media sosial yang sering digunakan masyarakat saat ini adalah seperti blog atau vlog, youtube,facebook, instagram, twitter dan yang lainnya.

Kini, pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi telah mencapai 30 juta orang. Data tersebut merupakan hasil penelitian berjudul “Keamanan Penggunaan Media Digital pada Anak dan Remaja di Indonesia” yang yang dilakukan lembaga PBB untuk anak-anak, UNICEF, bersama para mitra, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Universitas Harvard, Amerika Serikat. Studi ini menelusuri aktivitas online dari sampel anak dan remaja yang melibatkan 400 responden berusia 10 sampai 19 tahun di seluruh Indonesia dan mewakili wilayah perkotaan dan pedesaan. Seperti yang dikatakan Angela Kearney, UNICEF Representative of  Indonesia, “Kaum muda selalu tertarik untuk belajar hal-hal baru, namun terkadang mereka tidak menyadari risiko yang dapat ditimbulkan. Penelitian bersama beberapa mitra ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan bahwa ada keseimbangan risiko dan peluang.”

Menelisik lebih dalam, ternyata banyak sekali pengaruh negatif dari penggunaan media sosial secara berlebihan. Tidak hanya bagi kehidupan sosial, tetapi dunia pendidikan juga terkena imbasnya. Khusunya bagi para pelajar saat ini, motivasi dan prestasi belajar mereka mulai menurun akibat mulai terbawa arus dari media sosial. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena mereka lebih memilih membuka akun media sosialnya daripada membuka buku pelajaran sekolah, atau lebih memilih menghabiskan waktu dengan bermain game online. Di dalam benaknya telah terpatri untuk mengesampingkan kegiatan belajar yang akan membuat mereka pusing, dan memilih berkeliaran di media sosial. Mereka terlalu terlena dengan dunia barunya dalam media sosial karena sibuk dengan game. Waktu belajarpun menjadi korban karena tidak  mengimbangi serta mengatur waktu antara belajar dan bermain game onlinetetapi tidak bisa dipungkiri juga, media sosial memang banyak membawa kesenengan dan kepuasan bagi para pelajar di sela-sela full nya jam pelajaran, banyaknya tugas sekolah. Akan tetapii, banyak juga pelajar yang salah jalan, tenggelam dalam canggihnya teknologi dan mengabaikan tugas sekolaha. Padahal kalau  diambil sisi positifnya banyak manfat yg dapat di ambil dalam perkembangan teknologi di zaman modern ini.

Jadi, media sosial merupakan salah satu pengaruh yang kuat dalam masalah menurunnya motivasi dan prestasi siswa. Untuk itu diperlukan usaha dari semua pihak agar tujuan utama media sosial tidak melenceng, yakni dari diri sendiri, orangtua, dan pihak website itu sendiri. Sejak dini, para remaja bisa mengatasi dengan memiliki jadwal terntentu dalam bermain media sosial. Dan waktu yang digunakan sebaiknya tidak lebih dari jam belajar. Tidak mungkin waktu bermain media sosial lebih lama dibandingkan waktu untuk belajar. Untuk orangtua, bisa mengawasi anak-anaknya ketika sedang berkeliaran di dunia maya. Bukan berarti orangtua duduk manis di sebelah anaknya kemudian matanya mengikuti pergerakan sang anak. Menurut saya, dengan cara mengawasi anak dgn cara lembut dan penuh kasih sayang mebuat si anak jauh terhindar dari hal-hal negatif yang ada pada media sosial. Cara Mengawasi anak bisa dimulai dengan menjadi teman dalam media sosial si anak. Dari situ, orangtua bisa melihat apa yang dilakukan anak mereka, bisa memnatau aktivitas anak, apa yg dilakukan si anak, apakah masih dalam tahap wajar dalam bermain media sosial atau sudah melewati  batas. Dan untuk pihak website, bisa membantu para pelajar dengan menutup situs-situs yang tidak boleh dilihat atau dinikmati oleh pelajar sewajarnya.karna hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap generasi penerus bangsa dimsa yang akan datang. Dari hal-hal kecil seperti itu, bisa mengembalikan tujuan utama media sosial diciptakan. Karna media sosial diciptakan untuk mempermudah urusan kita dan sebagai prasaana yang baik. Bukan untuk hal-hal negatif. Karena sebagai pelajar, kita yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia kedepannya. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, “Lawan Sastra Ngesti Mulya” artinya, “Dengan ilmu kita menuju kemuliaan”.

admin

admin

UKKPK adalah Sebuah Unit Kegiatan Yang Bergerak Di Bidang Komunikasi Dan Penyiaran Kampus Di Universitas Negeri Padang. Alamat Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Lantai 2

Leave a Response