PENGHASIL NOMINAL PERUSAK ALAM

Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di tanah yang luas telah tumbuh deretan kelapa-kelapa yang besar. Kelapa ini tidaklah kelapa jenis biasa namun, kelapa yang termasuk spesies elaesis atau yang sering disebut kelapa sawit ini memiliki akar serabut yang mengarah ke bawah dan ke samping. Tidak hanya akar serabut yang dimiliki pohon kelapa sawit ini namun, pohonya juga terdiri dari beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan aerasi. Maka dari akar-akar tersebutlah air dan oksigen dari tanah dipasok dengan semaksimal mungkin. Tentu saja tanah kekurangan air dan oksigen yang menyebabkan tanah menjadi gersang.

Manusia sangat bergantung terhadap tumbuhan yang akan menjadi bahan mentah untuk segala kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan bahan pangan, sandang, dan papan semuanya berasal dari tumbuhan. Segala bentuk tumbuhan di dunia ini akan sangat bergantung juga terhadap tanah yang ada. Jika tanah tidak subur maka suatu tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik bahkan tidak akan memproduksi apa yang terkandung pada tumbuhan tersebut dengan sempurna. Jadi, jika tanaman kelapa sawit semakin banyak maka tanah juga akan semakin gersang. Hal ini tentunya juga menyebabkan tumbuhan berkurang dan berefek langsung terhadap kebutuhan hidup manusia di lingkungannya.

Fenomena ini sungguh sangat dikhawatirkan tersebarluasnya pengusaha-pengusaha kelapa sawit yang terdapat di setiap daerah di Indonesia tentu sangat mengancam kondisi tanah ibu pertiwi saat ini. Tidak bisa dipungkiri kelapa sawit juga menghasilkan minyak masak, minyak industri, dan bahan bakar (biodiesel). Akan tetapi, minyak-minyak tersebut tidak hanya dapat diolah dari kelapa sawit saja. Kita juga dapat memperoleh minyak tersebut dari tumbuhan yang lebih ramah lingkungan. Misalnya saja pohon kelapa yang dapat kita manfaatkan dari akar sampai ujung pelepahnya. Namun, dengan kemajuan zaman yang membuat orang-orang memiliki rasa ingin cepat kaya dan tidak pernah puas pada saat ini yang menginginkan segala sesuatu dengan cepat. Maka menyebabkan mereka menjadi egois dan hanya memikirkan bagaimana ia bisa menjadi kaya, mendapatkan banyak uang tanpa memikirkan efek dari segala tindakan yang telah dilakukannya. Keapatisan tehadap lingkungan tersebutlah yang menjadi masalah besar saat ini. Kurangnya perasaan manusia terhadap manusia lain dan lingkunganya itulah yang sangat memiriskan.

Dari sekolah dasar dahulu kita telah diajarkan untuk menjaga lingkungan dengan baik agar tidak rusak. Ternyata faktanya sekarang kita sendirilah yang menjadi perusak dan tidak menjaga apa yang seharusnya kita rawat dan pelihara. Bagaimana dengan nasib anak cucu kita nanti jika sekarang saja lingkungan di Indonesia telah banyak yang rusak karena ulah masyarakatnya sendiri. Lalu bagaimana kita menjamin kehidupan di masa depan jika sekarang tidak mampu menahan hawa nafsu oleh sebagian manusia yang menjadi pengusaha kelapa sawit yang cepat kaya tanpa memikirkan efek negatif yang ditimbulkan.

Perlunya kesadaran yang harus ditingkatkan terhadap pengusaha-pegusaha seperti inilah yang dapat diperhatikan oleh pemerintah. Orang-orang seperti ini seperti pengusaha ego ini yang harus dikurangi di indonesia. Maksud dari dikurangai ialah bukan orangnya namun, peggunaan lahan yang diolahnya untuk menanam kelapa sawit. Pemerintah perlu mengeluarkan peraturan tentang batasan-batasan tanah yang digunakan untuk menanam kelapa sawit tersebut. Jika tidak ada peraturan yang ketat tanah yang digunakan untuk kelapa sawit akan semakin menyebar dan begitu juga dengan tanah yang gersang.

Penulis: Tri Mike Aprila

admin

admin

UKKPK adalah Sebuah Unit Kegiatan Yang Bergerak Di Bidang Komunikasi Dan Penyiaran Kampus Di Universitas Negeri Padang. Alamat Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Lantai 2

Leave a Response